Kegiatan yang berlangsung di Kalurahan Mertelu, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan (RKPKal) Tahun Anggaran 2027 sekaligus Daftar Usulan Rencana Kegiatan Pembangunan Kalurahan (DURKPal) untuk tahun 2028 dan 2029.
Musrenbangkal diikuti berbagai unsur, mulai dari Lurah Mertelu beserta Pamong Kalurahan, Bamuskal, LPMKal, TP PKK, kader Posyandu, guru PAUD, hingga berbagai lembaga kemasyarakatan kalurahan. Turut hadir Jawatan Kemakmuran Kapanewon Gedangsari serta Pendamping Desa/Kalurahan Kapanewon Gedangsari.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan proses perencanaan pembangunan berjalan secara partisipatif, transparan, dan benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat.
Dalam forum tersebut, peserta mendapatkan paparan mengenai kesepakatan hasil musyawarah kelompok terkait serta pendanaan Alokasi Dana Desa (DDS) Tahun 2027. Pembahasan kemudian diarahkan pada rencana program dan kegiatan pembangunan daerah Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, termasuk pagu indikatif wilayah maupun sektoral Tahun 2027.
Tak hanya itu, disampaikan pula rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pada 2027 dengan dukungan berbagai sumber pendanaan, mulai dari APBD Kabupaten, APBD DIY, hingga APBN.
Pembahasan berlanjut pada Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan Tahun Anggaran 2027 Kalurahan Mertelu. Sejumlah usulan pembangunan juga dibahas untuk diajukan melalui Kabupaten, APBD DIY, APBN Tahun 2027, serta Dana Keistimewaan Tahun 2028.
Di tengah beragam kebutuhan pembangunan, forum ini menjadi ruang untuk menentukan mana yang harus lebih dahulu diperjuangkan. Setiap usulan diharapkan tidak hanya didasarkan pada keinginan, tetapi juga mempertimbangkan skala prioritas, kebutuhan masyarakat, potensi wilayah, serta kemampuan pendanaan yang tersedia.
Dengan demikian, hasil Musrenbangkal diharapkan mampu menjadi pijakan bagi pembangunan Kalurahan Mertelu agar lebih terarah, efektif, dan tepat sasaran.
Setelah rangkaian Musrenbangkal selesai, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama Carik Mertelu. Diskusi tersebut membahas tindak lanjut dari hasil Musrenbangkal yang baru saja dilaksanakan, sehingga berbagai kesepakatan dan usulan yang telah muncul dapat segera ditindaklanjuti sesuai tahapan perencanaan yang berlaku.
Melalui perencanaan yang matang dan melibatkan berbagai pihak, pembangunan Kalurahan Mertelu diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan, tepat sasaran, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Pada akhirnya, Musrenbangkal bukan hanya tentang apa yang akan dibangun, tetapi tentang bagaimana pembangunan tersebut mampu memberikan manfaat nyata dan meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup masyarakat Mertelu pada tahun-tahun mendatang.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar