Jumat, 12 Juni 2026

​Optimalkan Dana Desa, Kalurahan Hargomulyo Gelar Pembinaan GERMAS Bersama Forkompinkap dan Warga

Pemerintah Kalurahan Hargomulyo terus berkomitmen meningkatkan kualitas kesehatan dan produktivitas warga masyarakat. Memanfaatkan alokasi Dana Desa, Pemerintah Kalurahan menggelar kegiatan Pembinaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) pada Jumat (12/06/2026).

​Kegiatan yang berlangsung semarak ini dipusatkan di area Kalurahan Hargomulyo dan dihadiri oleh jajaran Pamong Kalurahan, Forum Koordinasi Pimpinan Kapanewon (Forkompinkap) Gedangsari, Pendamping Desa, serta ratusan perwakilan warga dari berbagai padukuhan.

​Sinergi Lintas Sektor untuk Masyarakat Sehat

​Pembinaan GERMAS ini bukan sekadar sosialisasi teori, melainkan wujud sinergi nyata antara pemerintah kapanewon, pendamping desa, dan pamong kalurahan dalam mengawal penggunaan Dana Desa agar menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di bidang kesehatan preventif.

​Poin Utama GERMAS: Fokus gerakan ini adalah mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan, guna menurunkan angka penyakit menular maupun tidak menular di wilayah Hargomulyo.

​Rangkaian Kegiatan Pembinaan GERMAS

​Kegiatan ini dikemas secara interaktif dengan melibatkan partisipasi aktif dari seluruh undangan yang hadir. Berikut adalah beberapa agenda utama yang dilaksanakan:

Agenda Kegiatan

Sasaran & Pelaksanaan

Keterangan

Senam Sehat Bersama

Diikuti oleh seluruh pamong, Forkompinkap, pendamping desa, dan warga.

Membuka rangkaian acara untuk mengampanyekan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari.

Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Cek tekanan darah, gula darah, dan penimbangan berat badan ideal.

Difasilitasi oleh tenaga kesehatan (Nakes) Puskesmas Gedangsari sebagai langkah deteksi dini.

Edukasi Gizi & Pangan Lokal

Sosialisasi konsumsi buah, sayur, dan pemanfaatan pangan alternatif.

Menekankan pentingnya isi piringku yang seimbang untuk mencegah stunting.

Komitmen Lingkungan Bersih

Kampanye tidak merokok di dalam rumah dan kerja bakti massal.

Mendorong terciptanya sanitasi lingkungan yang sehat di tingkat RT/RW.

Dukungan Forkompinkap dan Pengawalan Dana Desa

​Dalam sambutannya, perwakilan dari Forkompinkap Gedangsari memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kalurahan Hargomulyo yang telah mengalokasikan anggaran Dana Desa untuk program kesehatan masyarakat secara tepat sasaran. Kesehatan dinilai sebagai fondasi utama sebelum melaksanakan pembangunan fisik desa.

​Di sisi lain, Pendamping Desa yang turut mengawal jalannya acara mengingatkan bahwa keberhasilan GERMAS sangat bergantung pada konsistensi masyarakat setelah pembinaan ini selesai. Diharapkan, kader-kader kesehatan yang hadir dapat menjadi penggerak utama di lingkungan padukuhan masing-masing.

​Acara ditutup dengan komitmen bersama dan makan buah bersama sebagai simbolisasi dimulainya gaya hidup sehat yang berkelanjutan di Kalurahan Hargomulyo.


Kamis, 11 Juni 2026

Guna Pastikan Kualitas, Pamong Kalurahan Hargomulyo dan Pendamping Desa Monitoring Pembangunan Lapangan Voli serta Talud

GEDANGSARI – Pemerintah Kalurahan Hargomulyo terus berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur dan sarana olahraga bagi masyarakat. Guna memastikan pelaksanaan berjalan sesuai dengan perencanaan dan regulasi, Pamong Kalurahan Hargomulyo bersama dengan Pendamping Desa melaksanakan monitoring langsung ke lokasi proyek pembangunan pada Kamis (11/06/2026).

​Monitoring kali ini menyasar dua titik krusial pembangunan yang sedang berjalan di wilayah Kapanewon Gedangsari, yaitu pembangunan lapangan bola voli dan pembangunan talud jalan (dinding penahan tanah).

​Fokus Monitoring: Kualitas Material dan Kesesuaian Volume

​Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Pamong Kalurahan Hargomulyo, termasuk Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), serta didampingi oleh Pendamping Desa Kapanewon Gedangsari. Kehadiran tim gabungan ini bertujuan untuk mengawal transparansi, kualitas fisik bangunan, serta ketepatan waktu pengerjaan.

​Catatan Penting: Pembangunan infrastruktur desa yang bersumber dari anggaran publik wajib mengutamakan pemanfaatan tenaga kerja lokal dan kualitas material yang sesuai standar teknis agar daya pakai bangunan bisa optimal dalam jangka panjang.

​Detail Progress Kegiatan Pembangunan

Jenis Kegiatan

Tujuan & Manfaat Utama

Status/Catatan Monitoring

Pembangunan Lapangan Voli

Menyediakan sarana olahraga yang representatif bagi pemuda, meningkatkan kebugaran warga, serta wadah pencarian bakat atlet lokal.

Struktur dasar lapangan sudah mulai terbentuk. Ditekankan pada perataan permukaan dan kekuatan fondasi perimeter.

Pembangunan Talud

Memperkuat struktur jalan, mencegah erosi/longsor di area rawan, serta memperlancar sistem drainase pemukiman warga.

Pemasangan batu belah dipastikan menggunakan campuran semen yang pas. Ketebalan dan kemiringan talud menjadi fokus koreksi tim teknik.


Sinergi untuk Transparansi Pembangunan

​Di sela-sela peninjauan, perwakilan dari Pamong Kalurahan Hargomulyo menyampaikan bahwa pemantauan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan administratif pemerintah kalurahan kepada masyarakat. Sinergi dengan Pendamping Desa sangat membantu dalam memberikan masukan teknis maupun pemenuhan kelengkapan administrasi di lapangan.

​Di sisi lain, Pendamping Desa Kapanewon Gedangsari memberikan apresiasi atas keterbukaan dan semangat gotong royong warga dalam pengerjaan fisik ini. Pihaknya juga mengingatkan TPK untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan kerja (K3) dan segera menyelesaikan pelaporan administratif seiring dengan selesainya progres fisik.

​Dengan adanya monitoring berkala ini, diharapkan kedua proyek infrastruktur tersebut dapat selesai tepat waktu dan segera memberikan dampak positif nyata bagi roda perekonomian serta aktivitas sosial olahraga warga Kalurahan Hargomulyo.


Rabu, 10 Juni 2026

Posyandu Padukuhan Watugajah Gelar Penimbangan dan Pengukuran Tinggi Badan Balita

Watugajah – Posyandu Padukuhan Watugajah, Kalurahan Watugajah, Kapanewon Gedangsari menggelar kegiatan rutin berupa penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan balita, Rabu 10 Juni 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan di rumah kader posyandu Padukuhan Watugajah ini diikuti  balita bersama orang tua. kader Posyandu sibuk melayani warga mulai pukul 08.00 WIB.


“Setiap bulan kita lakukan penimbangan dan ukur tinggi badan. Tujuannya untuk memantau tumbuh kembang anak dan deteksi dini stunting. Kalau ada balita yang berat badannya kurang atau stunting, langsung kita tindak lanjuti dengan PMT dan konseling ke orang tua,” ujar salah satu kader Posyandu Watugajah

Selain penimbangan dan pengukuran, kegiatan juga dihadiri oleh pendampjng desa untuk memastikan proses kegiatan posyandu berjalan dengan baik..

Kepala Dukuh Watugajah mengapresiasi peran aktif kader dan partisipasi warga. “Posyandu ini garda terdepan kesehatan anak kita. Kalau dari kecil gizinya terpenuhi, generasi Watugajah ke depan bisa lebih sehat dan cerdas,” katanya.

Dengan kegiatan rutin ini, diharapkan angka stunting di Padukuhan Watugajah terus turun dan semua balita tumbuh sesuai standar WHO.

Senin, 08 Juni 2026

Rapat Koordinasi Rutin Kapanewon dan Pendamping Desa

​GEDANGSARI – Kapanewon Gedangsari menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) intensif yang membahas percepatan pembangunan dan tata kelola keuangan desa. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Kapanewon Gedangsari ini berfokus pada tiga agenda utama: progres penggunaan Dana Desa, capaian Indeks Desa Membangun (IDM), serta pemenuhan permintaan data Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

​Rapat rutin yang strategis ini dihadiri oleh lintas sektor di wilayah Gedangsari, di antaranya Jawatan Praja, Jawatan Kemakmuran, Pendamping Desa, serta Carik (Sekretaris Kalurahan) dan Bendahara Kalurahan dari seluruh wilayah Kapanewon Gedangsari.

​Fokus pada Akuntabilitas dan Evaluasi Target

​Dalam pembahasan pertama mengenai Dana Desa, forum mengevaluasi sejauh mana serapan anggaran dan realisasi fisik program pengerjaan di masing-masing kalurahan. Seluruh bendahara kalurahan diminta untuk memastikan kesesuaian administrasi laporan agar tidak terjadi keterlambatan dalam pencairan tahap berikutnya.

​Selanjutnya, agenda bergeser pada pemaparan Indeks Desa. Indeks ini menjadi indikator penting untuk mengukur status kemajuan dan kemandirian desa. Melalui koordinasi dengan Pendamping Desa, dilakukan pemetaan terhadap indikator-indikator yang masih memerlukan intervensi agar status kalurahan di Gedangsari terus meningkat.

​Agenda terakhir yang tidak kalah krusial adalah instruksi penyiapan data BUMDes untuk diserahkan kepada BPKP. Pemeriksaan dan koordinasi data oleh BPKP ini bertujuan untuk memotret potret riil tata kelola, kesehatan keuangan, dan kontribusi BUMDes terhadap pendapatan asli kalurahan.

​Catatan Penting Rakor:

Akuntabilitas Dana Desa, penguatan data Indeks Desa, dan transparansi tata kelola BUMDes adalah tiga pilar utama demi mewujudkan tata pamong kalurahan yang bersih dan akuntabel di wilayah Gedangsari.

​Melalui rakor ini, diharapkan sinergi antara pihak kapanewon, pendamping desa, dan seluruh perangkat kalurahan (Carik serta Bendahara) dapat berjalan lebih solid, sehingga target pembangunan di Kapanewon Gedangsari dapat tercapai tepat waktu dan tepat sasaran.

Minggu, 07 Juni 2026

Akselerasi Pembangunan, Pendamping Desa dan Jawatan Kemakmuran Gedangsari Koordinasi Pemutakhiran ID 2026

Dalam rangka mempercepat pembangunan kawasan perdesaan dan menyusun basis data yang akurat, Pendamping Desa bersama Jawatan Kemakmuran Kapanewon Gedangsari menggelar rapat koordinasi (rakor) intensif pada Senin (08/06/2026). Pertemuan ini fokus pada sinergi pelaksanaan pemutakhiran Indeks Desa (ID) tahun 2026 di 7 kalurahan yang ada di wilayah Kapanewon Gedangsari.

​Koordinasi yang berlangsung di Aula Kapanewon Gedangsari ini dihadiri oleh jajaran Jawatan Kemakmuran, Tim Pendamping Desa (PD/PLD).

​Sinergi Data untuk Ketepatan Sasaran Program

​Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Gedangsari menegaskan bahwa pemutakhiran Indeks Desa bukan sekadar rutinitas administrasi tahunan, melainkan instrumen krusial untuk mengukur status kemandirian desa. Data ini nantinya akan menjadi acuan penting bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam menentukan arah kebijakan serta alokasi Dana Desa.

​Fokus Pemutakhiran Indeks Desa 2026

​Dalam rakor tersebut, Tim Pendamping Desa memaparkan beberapa poin krusial dan indikator utama yang menjadi fokus penilaian tahun ini, yang meliputi tiga dimensi utama:

  • ​Indeks Ketahanan Sosial (IKS): Menyoroti aspek kesehatan, pendidikan, modal sosial, dan pemukiman.
  • ​Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE): Mengukur keragaman produksi masyarakat, akses pusat perdagangan, akses logistik, keterbukaan wilayah, serta lembaga keuangan.
  • ​Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL): Menilai kualitas lingkungan, potensi bencana, serta tanggap bencana.

​Target Seluruh Kalurahan Naik Kelas

​Pendamping Desa Kapanewon Gedangsari menambahkan, tantangan utama tahun ini adalah memastikan seluruh instrumen digital pendataan dapat diakses dengan lancar oleh operator di tiap kalurahan. Pihaknya berkomitmen penuh untuk melakukan pengawalan dan asistensi langsung ke lapangan.

​Acara rakor ditutup dengan penyusunan timeline kerja bersama, di mana proses verifikasi dan validasi data di tingkat kalurahan ditargetkan rampung dalam beberapa pekan ke depan sebelum diunggah ke sistem pusat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Jumat, 05 Juni 2026

Konsolidasi Kader Kesehatan

 

Watugajah, 05 Juni 2026

Kegiatan konsolidasi kader kesehatan bersama puskesmas dan pendamping desa. Kegiatan ini dilakukan oleh kader kesehatan dari 5 padukuhan yang terdiri dari padukuhan watugajah, gunungcilik, jelok, plasan dan tamansari.

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin untuk mengetahui progres yang tekah dilaksanakan oleh kader kesehatan. Permasalahan yang ada dikader dapat disampaikan pada kegiatan ini sehingga progres kegiatan dapat tersampaiakan.

Pertemuan dipimpin Carik Watugajah dan dibuka oleh Lurah Watugajah. Hadir 35 kader posyandu, kader TPK Stunting, bidan desa, serta Pendamping Desa Kecamatan Gedangsari.

*Fokus pembahasan ada 3 hal:*

1. Pemutakhiran data by name by address

Tim Puskesmas Gedangsari memaparkan data stunting, ibu hamil, dan balita underweight per padukuhan per Juni 2026. Kader diminta mencocokkan dengan data lapangan agar intervensi tepat sasaran.

2. Penguatan peran kader dalam Rembug Stunting

Pendamping Desa menekankan kader harus aktif mengawal keluarga risiko stunting hingga lulus 1000 HPK. BUMKal Watugajah juga didorong mengalokasikan PMT untuk balita stunting.

3. Persiapan integrasi layanan primer

Kader dibekali materi pencatatan baru untuk integrasi Posyandu dengan layanan Puskesmas Gedangsari, termasuk penggunaan aplikasi e-PPGBM.

Lurah Watugajah menyampaikan konsolidasi ini jadi dasar penyusunan RKPDes 2027 bidang kesehatan. “Kalau data kader akurat, Dana Desa bisa fokus ke PMT, pelatihan kader, dan perbaikan sarana posyandu yang masih kurang,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan kesepakatan jadwal kunjungan rumah kader ke keluarga risiko stunting di Watugajah sampai dengan bulan ini. Targetnya, prevalensi stunting di Watugajah turun di bawah 14% pada akhir 2026

Kamis, 04 Juni 2026

Pemutakhiran Indeks Desa Watugajah


Watugajah, 4 Juni 2026

Bersama pamong kalurahan watugajah dan pendamping desa telah melakukan pemutakhiran indeks desa tahun 2026. Pemutakhiran indeks memang kegiatan tahunan yang telah dilakukan oleh pemerintah kalurahan bersama dengan pendamping desa.

Pemutakhiran indeks desa adalah proses tahunan untuk memperbarui data dan menilai tingkat kemajuan serta kemandirian suatu desa. Proses ini sangat penting untuk berbagai tujuan strategis berikut:

  • Menentukan Status Desa: Mengklasifikasikan status desa menjadi lima kategori, yakni: sangat tertinggal, tertinggal, berkembang, maju, hingga desa mandiri.
  • Acuan Kebijakan dan Anggaran: Hasil pemutakhiran berfungsi sebagai acuan utama Pemerintah Pusat dan Daerah dalam merancang program pembangunan serta menghitung alokasi Dana Desa.
  • Dasar Perencanaan Lokal: Membantu Pemerintah Desa memetakan potensi sekaligus masalah di wilayahnya agar program pembangunan lebih tepat sasaran

​Perkuat Ketahanan Ekonomi dari Desa, Kalurahan Hargomulyo Mulai Susun Raperdes APBDes TA 2027

Sinar matahari pagi baru saja menerobos celah perbukitan Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul, ketika jajaran Pamong Kalurahan Hargomulyo berku...