Suasana khidmat menyelimuti ruangan saat seluruh peserta berdiri tegak, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya setelah diawali dengan doa bersama. Hadir dalam kesempatan tersebut Plt. Lurah beserta Pamong Kalurahan, pengurus BUMKal, kelompok wanita mitra BUMKal, tim Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa (PD-PLD) Kapanewon Gedangsari, hingga perwakilan TP-PKK dan LPMKal.
Dalam sambutannya, Plt. Lurah Mertelu menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian mendasar dari reformasi pemberdayaan masyarakat. "Kita ingin meningkatkan kapasitas kelembagaan sekaligus mewujudkan kemandirian ekonomi Mertelu," tuturnya penuh optimisme.
Memasuki sesi inti, saya hadir memfasilitasi materi pengelolaan dan pengembangan BUMKal dengan pendekatan praktis. Pendekatan ini dirancang untuk mendobrak pola pikir lama. Saya mengajak seluruh peserta menyadari satu hal penting: BUMKal tidak cukup hanya sekadar "memiliki usaha", tetapi harus mampu membangun ekosistem bisnis yang sehat, memiliki target pasar yang jelas, terkelola rapi, mampu menjaga arus kas (cash flow), serta menghasilkan pendapatan yang berkembang secara berkelanjutan.
Melalui simulasi interaktif, para peserta diajak membaca data usaha, mengevaluasi capaian yang ada, membongkar akar masalah, hingga merumuskan solusi konkret. Tak berhenti di teori, peserta langsung menyusun langkah perbaikan terukur melalui kerangka kerja target 30–60–90 hari. Rencana aksi ini dirancang agar setiap perbaikan memiliki tenggat waktu dan penanggung jawab yang jelas.
Semangat perbaikan tersebut semakin diperkuat di sesi akhir. Tim Pendamping Desa Gedangsari, Saudara Aswan dan Saudara Hari, menyampaikan pokok-pokok rencana pendampingan BUMKal Mertelu hingga akhir tahun. Pendampingan berkelanjutan ini menjadi kunci untuk memastikan bahwa setiap gagasan dan materi pelatihan benar-benar diterjemahkan menjadi tindakan nyata di lapangan.
Pelatihan hari itu ditutup dengan pencapaian yang membanggakan. Kini, Pemerintah Kalurahan, pengurus BUMKal, dan seluruh mitra telah memiliki satu cara pandang yang sama. Skala prioritas perbaikan usaha telah dipetakan, dan rencana tindak lanjut pendampingan terukur siap dijalankan. Pelatihan ini menjadi titik balik bagi BUMKal Maju Makmur Sejahtera Mertelu untuk bertransformasi dari sekadar unit usaha yang berdiri, menjadi BUMKal yang sehat, produktif, mandiri, dan berkelanjutan demi kesejahteraan warga Mertelu.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar