Senin, 03 Agustus 2026

Geliat UMKM Gedangsari: Memperkuat Akar Ekonomi dari Olahan Pisang hingga Digitalisasi

Suasana Pendopo/Kantor Kapanewon Gedangsari pada Senin pagi (3/8/2026) tampak lebih hangat dari biasanya. Sejak pukul 08.00 WIB, para Lurah, perwakilan Dukuh, hingga puluhan pelaku UMKM se-Kapanewon Gedangsari berkumpul dalam satu ruang yang sama. Hari itu, mereka menyatukan langkah dalam forum Fasilitasi Sosialisasi Pembangunan Ekonomi Masyarakat Gunungkidul melalui UMKM.

​Bukan sekadar pertemuan rutin, sosialisasi ini menjadi ajang konsolidasi besar untuk memompa kembali semangat para penggerak ekonomi riil di akar rumput.

Membuka Peluang di Tanah Gedangsari

​Acara resmi dibuka dengan sambutan hangat dari Panewu Kapanewon Gedangsari yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Jawatan Kemakmuran. Dalam penyampaiannya, ditegaskan bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian warga. Tanpa UMKM yang tangguh, kesejahteraan masyarakat sulit untuk melompat lebih tinggi. Oleh karena itu, dukungan lintas sektor menjadi harga mati.

​Sesi materi pertama yang dibawakan oleh Bapak Purwadi berhasil memantik optimisme peserta. Ia mengupas tuntas potensi kekayaan lokal Gedangsari yang sangat melimpah. Mulai dari manisnya olahan pisang, indahnya motif batik lokal, hingga komoditas buah unggulan seperti mangga dan srikaya.

"Potensi kita luar biasa. Tinggal bagaimana sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah kalurahan bisa terus dipupuk agar produk Gedangsari punya daya tawar lebih tinggi di pasaran," tegasnya.


Dari Pengelolaan Uang hingga Rambah Pasar Digital

​Memasuki materi kedua, Ibu Anti Kumalasari membawa angin segar terkait langkah praktis pengembangan usaha. Ia menyoroti tiga pilar penting yang kerap menjadi tantangan UMKM: penataan keuangan, strategi pemasaran digital, dan akses permodalan.

​Tak hanya memaparkan teori, Ibu Anti juga membeberkan berbagai peluang pelatihan dan fasilitasi dari Pemerintah Daerah Gunungkidul yang siap diakses oleh para pelaku usaha untuk naik kelas.

Mendengar Suara Lapangan dan Menemukan Solusi

Sesi diskusi interaktif menjadi bagian paling hidup dalam kegiatan yang berlangsung hingga pukul 13.00 WIB ini. Satu per satu pelaku UMKM menyampaikan curahan hati dan kendala nyata yang dihadapi sehari-hari:

  • Keterbatasan modal untuk memperbesar skala produksi.
  • Kesulitan menembus rantai pemasaran yang lebih luas.
  • Rendahnya penguasaan teknologi digital dalam promosi.

​Menjawab berbagai persoalan tersebut, para narasumber memberikan dorongan nyata. Pelaku UMKM diajak untuk tidak takut berinovasi, mulai berani memanfaatkan ponsel pintar untuk pemasaran digital, mengelola arus kas secara tertib, serta rajin mencari peluang kemitraan.

Komitmen Bersama untuk Gedangsari Maju

​Kegiatan sosialisasi ini diakhiri bukan hanya dengan foto bersama, melainkan dengan komitmen kuat yang disepakati seluruh peserta. Para pelaku usaha, pemerintah kalurahan, dan kapanewon berikrar untuk mempererat jejaring kerja sama.

​Langkah awal telah diayunkan. Dengan dorongan digitalisasi, peningkatan kapasitas diri, dan tata kelola yang tertib, UMKM di Kapanewon Gedangsari siap bertransformasi menjadi bisnis yang makin berdaya saing, mandiri, dan menjadi motor utama kesejahteraan masyarakat Gunungkidul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menuju Pembangunan Akuntabel: Cerita Di Balik Evaluasi Draft RKPKal Mertelu 2027

  Suasana hangat menyelimuti ruang pertemuan Kapanewon Gedangsari. Hari itu, Tim Evaluasi Kapanewon duduk melingkar bersama jajaran Pemerint...