Monitoring Ketat Serapan Dana Desa Triwulan II
Agenda pertama diawali dengan monitoring realisasi anggaran Dana Desa (DD) Kalurahan Ngalang untuk TA 2026. Pendamping Desa bersama Pemerintah Kalurahan melakukan cross-check menyeluruh untuk memastikan:
- Kesesuaian Output: Memastikan seluruh realisasi kegiatan di lapangan berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan (APBKal).
- Tertib Administrasi: Mengidentifikasi dan mengurai kendala pelaporan yang dihadapi pada sistem aplikasi Siskeudes (Sistem Keuangan Desa) agar berjalan transparan dan akuntable.
- Validasi Data Ternak: Memeriksa jumlah populasi kambing gaduh saat ini, mencatat tingkat kelahiran, angka kematian, serta proyeksi ternak yang siap laku jual.
- Mekanisme Gaduh & Pakan: Meninjau kembali sistem bagi hasil dan distribusi gaduh ke warga, sekaligus mencari solusi atas ketersediaan pakan hijauan yang kerap menjadi tantangan peternak.
- Manajemen Keuangan: Memperbaiki tata kelola pencatatan keuangan unit usaha demi memaksimalkan Sisa Hasil Usaha (SHU).
Evaluasi Sistem Gaduh Kambing BUMKal untuk Ketahanan Pangan & Stunting
Memasuki agenda kedua, forum beralih fokus pada program Ketahanan Pangan Nabati dan Hewani yang dikelola oleh BUMKal Sejahtera melalui Unit Usaha Penggemukan Kambing dengan Sistem Gaduh.
Diskusi ini bertujuan untuk mengevaluasi secara mendalam operasional unit usaha, yang meliputi:
Menariknya, program ketahanan pangan ini tidak hanya berorientasi pada profit BUMKal, melainkan juga memiliki misi sosial yang kuat. Sebagian kontribusi SHU dari BUMKal Sejahtera ini nantinya akan dialokasikan langsung untuk mendukung program penanganan stunting di wilayah Kalurahan Ngalang.
Melalui sinergi yang kuat antara Pemerintah Kalurahan, Pendamping Desa, BUMKal, dan kelompok ternak, diharapkan unit usaha ini mampu menjadi motor penggerak ekonomi warga sekaligus pilar utama dalam menjaga ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat Ngalang secara berkelanjutan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar