Senin, 29 Juni 2026

Bersatu Turunkan Stunting, Kalurahan Mertelu Gelar Rembug Stunting untuk Siapkan Generasi Emas 2027

Pemerintah Kalurahan Mertelu bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) bergerak cepat dalam mengawal masa depan generasi muda. Bertempat di Balai Kalurahan Mertelu, Kapanewon Gedangsari, hari ini Senin (29/06/2026), sukses digelar agenda krusial: Rembug Stunting Kalurahan Mertelu Tahun 2026.

​Mengusung tema besar "Bersatu Turunkan Stunting, Wujudkan Generasi Mertelu Sehat, Cerdas, dan Berdaya Saing", forum ini menjadi wadah konvergensi penting. Tujuannya jelas, yakni memvalidasi data sekaligus menyusun strategi intervensi yang akan didanai oleh APBDes Tahun Anggaran 2027.

Sinergi Lintas Sektor demi Target Nasional

​Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh berbagai elemen kunci. Kehadiran para tokoh dan pakar ini memastikan bahwa kebijakan dari tingkat Kapanewon hingga Kalurahan berjalan selaras dan terintegrasi.

​Para pemangku kepentingan yang hadir di antaranya:

  • Lurah Mertelu beserta jajaran Pamong (Kamituo, Kasi/Kaur).
  • Panewu Anom Kapanewon Gedangsari (membuka acara sekaligus memberi arahan kebijakan).
  • Perwakilan Puskesmas 1 Gedangsari (sebagai narasumber data dan intervensi gizi).
  • Pendamping Desa Kapanewon Gedangsari (sebagai fasilitator teknis).
  • Elemen Masyarakat: Bamuskal, Bidan Desa, Kader Posyandu, Kader Pembangunan Manusia (KPM), PKK, serta Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama.

6 Tahapan Penting Jalannya Acara

​Rembug Stunting berjalan dengan dinas, interaktif, dan terstruktur melalui beberapa pilar acuan utama:

  1. Pembukaan Resmi: Acara dibuka langsung oleh Lurah Mertelu, yang menegaskan komitmen kalurahan dalam menekan angka stunting.
  2. Arahan Kebijakan: Panewu Anom Kapanewon Gedangsari memberikan pemaparan mengenai target besar penurunan stunting di tingkat Kapanewon.
  3. Pemaparan Data Riil: Bidan Desa bersama Puskesmas 1 Gedangsari memaparkan data prevalensi stunting, balita gizi kurang, dan kondisi 1000 Hari Pertama Kelahiran (HPK) di Mertelu yang bersumber dari aplikasi e-PPBGM.
  4. Fasilitasi Diskusi: Dipandu oleh Pendamping Desa, seluruh peserta diajak membedah akar penyebab stunting di lapangan, mengidentifikasi keluarga berisiko, serta merancang aksi penanganan.
  5. Pengesahan Komitmen: Penandatanganan Berita Acara Rembug Stunting oleh Lurah, Ketua Bamuskal, Kepala Puskesmas 1, Panewu Anom, dan Pendamping Desa.
  6. Penutup.
  7. Fokus Utama: Pertemuan ini tidak hanya berdiskusi, melainkan menyepakati program konkret 2027 seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal, Kelas Catin (Calon Pengantin) & Ibu Hamil, pembangunan jamban sehat, akses air bersih, hingga pemanfaatan BUMKal Gizi.

    Output Nyata Hasil Rembug Stunting 2026

    ​Melalui pertemuan yang berlangsung produktif ini, Kalurahan Mertelu berhasil mengantongi tiga output utama yang siap dieksekusi pada RKPDes & APBDes 2027:

    • Berita Acara Resmi Rembug Stunting Mertelu 2026 yang ditandatangani oleh semua pihak terkait.
    • Data Stunting Valid berbasis by name by address yang telah diverifikasi bersama.
    • Matriks Rencana Intervensi Penurunan Stunting 2027 yang sudah dilengkapi dengan detail anggaran, Person in Charge (PIC)/Penanggung jawab, serta lini masa (timeline) pelaksanaan.

    ​Dengan gotong royong dan perencanaan yang matang ini, Kalurahan Mertelu optimis dapat melahirkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan bebas stunting!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menatap Masa Depan Watugajah: Menakar Esensi Pendataan Sosial Budaya dan Peran Vital Pendamping Desa

Keberhasilan sebuah pembangunan di tingkat akar rumput tidak lagi hanya diukur dari megahnya infrastruktur fisik yang berdiri. Lebih dari it...