Minggu, 05 Juli 2026

Pastikan Akuntabilitas, BUMDes Joyo Sembodo Bersama Pendamping Desa Gelar Monitoring Pengadaan Sapi

Dalam rangka memastikan modal usaha desa dikelola secara akuntabel dan produktif, Pengurus BUMDes Joyo Sembodo melaksanakan kegiatan Monitoring dan Verifikasi Lapangan Pengadaan/Pembelian Sapi pada Senin, 6 Juli 2026.

​Sebagai pemegang kuasa kelola usaha peternakan, pengurus BUMDes Joyo Sembodo tidak bergerak sendiri. Kegiatan krusial ini didampingi secara langsung oleh Pendamping Desa Kapanewon Gedangsari yang bertindak sebagai tim pengawas sekaligus fasilitator tata kelola regulasi desa.

​Inspeksi Fisik hingga Tertib Administrasi

​Tim gabungan langsung turun ke lokasi kandang untuk melakukan inspeksi mendalam. Langkah pertama yang dilakukan adalah mencocokkan jumlah serta spesifikasi fisik sapi yang telah dibeli dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.

​Pengecekan fisik ini meliputi pemeriksaan kesehatan, umur, dan kesesuaian jenis ternak. Tidak hanya berfokus pada fisik sapi, tim juga memeriksa kelengkapan administrasi keuangan secara ketat, termasuk nota transaksi, kuitansi pembelian, hingga buku registrasi ternak.

​Hasil Monitoring: Sesuai Prosedur dan Transparan

​Berdasarkan hasil verifikasi di lapangan, kegiatan pengadaan ini menunjukkan hasil yang sangat positif:

  • Kondisi Ternak: Sapi yang dibeli dipastikan dalam kondisi sehat, tidak mengalami cacat fisik, dan telah siap untuk memasuki fase penggemukan serta budidaya.
  • Kondisi Administrasi: Tata kelola keuangan tercatat dengan jelas, rapi, dan terpisah secara khusus dari unit usaha BUMDes lainnya.
  • ​"Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan pembelian sapi oleh BUMDes Joyo Sembodo telah berjalan sesuai dengan prosedur yang transparan dan regulasi yang berlaku," ujar perwakilan tim monitoring.

    ​Rekomendasi untuk Keberlanjutan Usaha

    ​Meski dinilai berhasil, tim monitoring tetap memberikan beberapa rekomendasi tambahan demi mengantisipasi tantangan ke depan:

    1. Metode Pakan Fermentasi/Silase: Pengelola disarankan mulai menerapkan metode ini guna mengantisipasi potensi kendala kelangkaan pakan hijauan saat musim kemarau tiba.
    2. Koordinasi Kesehatan: Pengelola diminta untuk rutin berkoordinasi dengan petugas kesehatan hewan dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Gedangsari guna memastikan jadwal vaksinasi berkala terlaksana dengan baik.

    ​Guna menjaga performa unit usaha ini, monitoring berkala akan terus dilakukan ke depannya. Langkah preventif ini diharapkan dapat memastikan keberlanjutan usaha peternakan BUMDes Joyo Sembodo, yang pada akhirnya mampu memberikan kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Kalurahan (PAK).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar