Selasa, 30 Juni 2026

​Menuju 2027 Bebas Stunting, Pemerintah Kalurahan Serut Gelar Rembug Stunting dengan Strategi "Keroyokan"

Masalah stunting (tengkes) masih menjadi pekerjaan rumah yang ditekankan untuk segera diselesaikan di Kalurahan Serut. Sadar bahwa urusan ini tidak bisa diselesaikan sendirian, Pemerintah Kalurahan Serut menggelar acara Rembug Stunting pada Selasa, 30 Juni 2026.

​Dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga siang hari di Balai Kalurahan Serut, Kapanewon Gedangsari, acara ini mengusung tema yang cukup optimistis: "Sinergi Konvergensi, Serut Bebas Stunting 2027".

​Lewat forum yang diinisiasi oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kalurahan Serut ini, semua pihak duduk bersama demi satu tujuan: memastikan anak-anak di Kalurahan Serut tumbuh sehat, cerdas, dan bebas dari stunting.

​Siapa Saja yang Hadir?

​Untuk mengatasi stunting, strategi yang digunakan adalah strategi "keroyokan" alias melibatkan lintas sektor. Beberapa pihak penting yang hadir di antaranya:

  • Puskesmas Kapanewon Gedangsari: Hadir sebagai narasumber yang membawa data medis sekaligus memberikan rekomendasi intervensi kesehatan.
  • Pendamping Desa Kapanewon Gedangsari: Bertugas mengawal jalannya konvergensi lewat "8 Aksi Stunting".
  • KPM (Kader Pembangunan Manusia) & Kader Posyandu: Garda terdepan yang paling tahu kondisi di lapangan karena bersentuhan langsung dengan warga.
  • Pemerintah Kalurahan Serut: Mulai dari Lurah, Kamituo, Kasi/Kaur, Bamuskal, Bidan Desa, hingga penggerak PKK.

​Mengapa Rembug Stunting Ini Penting?

​Rembug Stunting bukan sekadar acara kumpul-kumpul biasa. Pertemuan ini menjadi krusial karena beberapa alasan penting, yaitu:

  1. Merancang Strategi Berbasis Data Nyata: Strategi yang dibuat menggunakan data by name by address agar bantuan atau intervensi yang diberikan tepat sasaran.
  2. Menyatukan Program (Konvergensi): Menyelaraskan program kerja Puskesmas, Kalurahan, BUMKal, dan para kader agar jalannya beriringan dan tidak tumpang tindih.
  3. Validasi Data Lapangan: Memastikan kembali jumlah balita stunting, balita kurang gizi, ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK), serta keluarga yang berisiko.
  4. Mengunci Anggaran 2027: Memastikan anggaran penanganan stunting masuk dalam RKPDes dan APBDes 2027 secara tepat waktu.
  5. Garda Terdepan Naik Kelas: Meningkatkan kapasitas KPM dan Kader Posyandu agar makin lihai mendampingi keluarga berisiko.

​Strategi "Keroyokan" Serut (2026-2027)

​Dalam diskusi yang mengalir dinamis, disepakati 5 strategi utama yang akan digenjot dari hulu ke hilir:

  • Fokus pada Hulu: Mengencangkan pengawasan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Sasarannya adalah Calon Pengantin (Catin), ibu hamil, dan ibu nifas.
  • Intervensi Spesifik (Sisi Kesehatan): Puskesmas akan fokus pada pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT), imunisasi, Tablet Tambah Darah (TTD), dan pemantauan tumbuh kembang.
  • Intervensi Sensitif (Sisi Lingkungan): Kalurahan mengambil peran dengan menyediakan jamban sehat, akses air bersih, pemanfaatan BUMKal untuk pangan bergizi, hingga penyaluran BLT Dana Desa untuk warga miskin ekstrem.
  • Perubahan Perilaku Warga: Para kader posyandu akan bergerak door to door mengedukasi warga tentang pola asuh, gizi seimbang, dan pentingnya sanitasi.
  • Pantauan Data Digital: Data e-PPBGM akan diperbarui setiap bulan oleh kader dan dievaluasi berkala oleh TPPS tiap triwulan.

​Intip Serunya Alur Kegiatan

​Acara berjalan dengan sangat terstruktur. Dibuka langsung oleh Lurah Serut, para peserta kemudian menyimak paparan data dari Puskesmas. Suasana semakin hangat saat Pendamping Desa membedah alur penganggaran agar program penanganan stunting ini resmi punya payung hukum finansial.

​Masuk ke sesi diskusi kelompok, suasana balai desa tampak hidup. Para kader, KPM, dan pamong kalurahan berdiskusi serius tapi santai, memetakan masalah dan menyusun matriks kegiatan per padukuhan. Di penghujung acara, komitmen tersebut dikunci secara legal lewat penandatanganan Berita Acara Rembug Stunting.

​Hasil Akhir yang Dibawa Pulang

​Dari pertemuan intensif selama lima jam tersebut, Kalurahan Serut berhasil mengantongi beberapa output penting, yaitu:

  1. ​Berita Acara Rembug Stunting Serut 2026 sebagai bukti komitmen bersama.
  2. ​Data stunting Kalurahan Serut yang valid dan telah disepakati.
  3. ​Dokumen Strategi & Matriks Rencana Intervensi Konvergensi Stunting 2027.
  4. ​Jaminan komitmen anggaran stunting di RKPDes/APBDes Serut 2027.

​Dengan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah desa, petugas kesehatan, dan keaktifan para kader di lapangan, target "Serut Bebas Stunting 2027" bukan lagi sekadar impian di atas kertas, melainkan sebuah target nyata yang siap diwujudkan bersama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menatap Masa Depan Watugajah: Menakar Esensi Pendataan Sosial Budaya dan Peran Vital Pendamping Desa

Keberhasilan sebuah pembangunan di tingkat akar rumput tidak lagi hanya diukur dari megahnya infrastruktur fisik yang berdiri. Lebih dari it...