Senin, 22 Juni 2026

Laporan Kegiatan Peningkatan Kapasitas Mandiri Cluster 1 PK Kabupaten Gunungkidul Penatausahaan Keuangan dan Pertanggungjawaban BUMDesa

Kegiatan Peningkatan Kapasitas Mandiri Cluster 1 PK dilaksanakan di Rumah Makan Soto Mager, Ngoro-oro, Patuk, pada 22 Juni 2026 sebagai upaya meningkatkan kompetensi Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) dalam mendampingi tata kelola dan pengembangan BUMDesa. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh PD dan PLD dari Kapanewon Playen, Patuk, dan Gedangsari serta dihadiri oleh Korprov DIY, Bapak Murthodo, S.H., M.Pd., yang memberikan arahan dan penguatan kepada peserta. Materi disampaikan oleh TAPM Kabupaten Gunungkidul sebagai narasumber dan fasilitator.

Pelatihan ini dilaksanakan untuk memperkuat kapasitas tenaga pendamping dalam mendukung pengelolaan keuangan BUMDesa yang akuntabel, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penguatan kapasitas ini menjadi penting seiring berkembangnya unit-unit usaha BUMDesa dan meningkatnya kebutuhan akan administrasi serta pelaporan keuangan yang baik.

Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta, kemudian dilanjutkan dengan materi Kebijakan Pelaporan dan Pengelolaan Keuangan BUMDesa serta Konsep Dasar Akuntansi BUMDesa. Peserta juga mendapatkan pengenalan Aplikasi Keuangan BUMDesa hasil pengembangan PKN STAN sebagai alat bantu pencatatan dan penyusunan laporan keuangan.

Untuk meningkatkan pemahaman praktis, peserta mengikuti sesi praktik akuntansi pada berbagai jenis usaha BUMDesa, meliputi usaha jasa, perdagangan, simpan pinjam, dan ketahanan pangan. Praktik dilakukan melalui simulasi pencatatan transaksi, penyusunan jurnal, buku besar, hingga penyajian laporan keuangan sederhana sesuai karakteristik masing-masing unit usaha. Selain itu, peserta memperoleh materi Konsep Dasar Akuntansi Ketahanan Pangan BUMDesa yang dilanjutkan dengan praktik penyusunan administrasi dan laporan keuangan usaha ketahanan pangan.

Metode pelatihan mengombinasikan paparan materi, diskusi interaktif, studi kasus, dan praktik langsung. Seluruh peserta hadir dan berpartisipasi aktif dalam setiap sesi, baik dalam diskusi maupun praktik. Berbagai permasalahan yang sering ditemui dalam pendampingan BUMDesa turut dibahas untuk memperkuat kemampuan peserta dalam memberikan solusi di lapangan.

Sebagai evaluasi, kegiatan ditutup dengan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Secara umum, kegiatan berlangsung lancar dan mencapai tujuan yang diharapkan. Melalui pelatihan ini, PD dan PLD diharapkan semakin mampu mendampingi BUMDesa dalam pengelolaan keuangan dan penyusunan pertanggungjawaban yang tertib, transparan, dan profesional sehingga mendukung keberlanjutan usaha serta penguatan ekonomi desa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar