Kamis, 25 Juni 2026

Kapanewon Gedangsari Gelar Bimtek RKP Kalurahan 2027 Demi Pembangunan yang Tepat Sasaran


Meskipun tahun 2027 masih terasa cukup lama, Kapanewon Gedangsari tidak mau curi-curi waktu dalam mempersiapkan masa depan wilayahnya. Langkah cepat langsung diambil dengan menggelar acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Perencanaan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kalurahan Tahun 2027 pada Jumat (26/6/2026) pagi.

​Bertempat di Aula Kapanewon Gedangsari, acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini sukses mengumpulkan para "punggawa" desa. Mulai dari Lurah se-Kapanewon Gedangsari, Carik, Ulu-Ulu, Pangripta, perwakilan Bamuskal, hingga Direktur BUMKal hadir dengan penuh semangat. Tak ketinggalan, tim pendamping dan unsur dari Kapanewon Gedangsari juga ikut mengawal jalannya acara.

​Perencanaan Harus Transparan dan Libatkan Masyarakat

​Acara dibuka dengan hangat oleh perwakilan dari Kapanewon Gedangsari. Dalam sambutannya, pihak Kapanewon mengingatkan bahwa menyusun RKP itu tidak boleh asal-asalan atau sekadar "copy-paste" dari tahun lalu.

​"Penyusunan RKP Kalurahan Tahun 2027 ini harus dilakukan secara partisipatif, transparan, dan yang paling penting: kudu nyambung dengan kebijakan pemerintah pusat, daerah, serta menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan," tegasnya.


​Masuk ke sesi inti, para narasumber langsung membedah materi-materi krusial. Peserta diajak menyelami kembali dasar hukum RKP, tahapan penyusunan dari evaluasi program tahun lalu, hingga cara mencermati RPJM Kalurahan dengan jeli.

​Selain itu, narasumber juga menekankan pentingnya data yang valid sebagai fondasi awal. Menariknya, peran BUMKal (Badan Usaha Milik Kalurahan) juga ikut disorot tajam. BUMKal diharapkan tidak berjalan sendiri, melainkan harus masuk dalam radar perencanaan desa agar bisa mendongkrak ekonomi warga secara terintegrasi.

​Diskusi Hangat: Dari Skala Prioritas hingga Peran BUMKal

​Suasana Aula Kapanewon Gedangsari mendadak dinamis saat memasuki sesi diskusi. Banyak hal menarik yang dikupas tuntas oleh para peserta, di antaranya:

  • Menentukan Skala Prioritas: Bagaimana cara memilih usulan warga yang benar-benar mendesak.
  • Sinkronisasi Data: Menyelaraskan hasil Musyawarah Padukuhan (Musduk) agar klop saat dibawa ke Musyawarah Kalurahan (Muskal).
  • Indikator Keberhasilan: Biar program yang dibuat terukur kinerjanya.
  • Sinergi Internal: Memperkuat kekompakan antara Lurah, perangkat, Bamuskal, dan pendamping desa.

​Komitmen Bersama untuk Gedangsari yang Lebih Baik

​Dari Bimtek yang berlangsung seru ini, lahirlah sejumlah kesepakatan penting. Pemerintah Kalurahan berkomitmen untuk segera tancap gas menyusun jadwal tahapan RKP 2027 sesuai aturan yang berlaku.

​Bamuskal akan tetap setia mengawal fungsi pengawasan mereka, sementara BUMKal siap merancang unit usaha yang sejalan dengan prioritas pembangunan desa. Di akhir acara, seluruh peserta sepakat untuk menjaga komunikasi dan koordinasi agar dokumen RKP 2027 bisa selesai tepat waktu dan berkualitas.

​Secara keseluruhan, acara Bimtek berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh antusiasme. Dengan modal kekompakan ini, harapannya RKP Kalurahan Tahun 2027 di Kapanewon Gedangsari bakal jadi kompas pembangunan yang jauh lebih terarah dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menatap Masa Depan Watugajah: Menakar Esensi Pendataan Sosial Budaya dan Peran Vital Pendamping Desa

Keberhasilan sebuah pembangunan di tingkat akar rumput tidak lagi hanya diukur dari megahnya infrastruktur fisik yang berdiri. Lebih dari it...