Kesibukan tampak mewarnai aktivitas Pemong Kalurahan Tegalrejo pada Jumat, 14 Agustus 2026. Duduk berhadapan dalam diskusi yang hangat, tim pendamping desa bersama Ulu-Ulu (Seksi Pembangunan) dan Pangripta (Seksi Perencanaan) berkolaborasi dalam agenda fasilitasi pendataan serta pemetaan potensi kalurahan. Kegiatan ini hadir sebagai respons cepat atas permintaan data mendalam dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kelurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (DPMKKPS) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Langkah pemetaan ini dilakukan secara menyeluruh guna menyusun lanskap data yang presisi, sahih, dan terstruktur. Fokus pendataan menyasar tiga pilar utama kehidupan masyarakat Tegalrejo:
- Bidang Ekonomi Produktif: Tim menyisir ragam potensi komoditas, dinamika usaha warga, produk unggulan daerah, hingga ketersediaan sumber daya lokal. Identifikasi ini ditujukan untuk membuka peluang pengembangan ekonomi baru yang mampu menopang kesejahteraan warga.
- Bidang Lingkungan: Pendataan diarahkan untuk memetakan kondisi serta daya dukung alam sekitar, memastikan pengelolaan sumber daya lingkungan dapat berjalan secara harmonis dan berkelanjutan.
- Bidang Sosial Budaya: Inventarisasi dilakukan terhadap kelembagaan warga, kegiatan kemasyarakatan, pementasan seni, tradisi, hingga kearifan lokal yang menjadi identitas dan ruh kehidupan warga Kalurahan Tegalrejo.
Melalui keterlibatan langsung Ulu-Ulu dan Pangripta, setiap potong informasi yang terkumpul dikroscek secara ketat agar sesuai dengan fakta riil di lapangan dan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif.
Data hasil pemetaan ini tidak hanya berfungsi sebagai dokumen pertanggungjawaban ke tingkat provinsi, melainkan menjadi kompas utama bagi Kalurahan Tegalrejo. Dengan basis data yang kuat, setiap kebijakan, program pemberdayaan, dan arah pembangunan ke depan dapat dirancang lebih presisi, tepat sasaran, serta berkelanjutan demi kemajuan masyarakat Tegalrejo.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar