Rabu, 08 Juli 2026

​Akselerasi Pembangunan Gedangsari: Evaluasi Dana Desa 2026 hingga Rembuk Stunting Jadi Fokus Koordinasi Bulanan


Jajaran Pemerintah Kapanewon Gedangsari kembali menggelar rapat koordinasi (rakor) bulanan guna memantau sekaligus mengevaluasi jalannya roda pemerintahan dan pembangunan desa. Pertemuan strategis yang berlangsung hangat namun produktif ini dihadiri langsung oleh Panewu Anom, Jawatan Praja, Pendamping Desa, para Carik, serta Danarta se-Kapanewon Gedangsari.

​Salah satu agenda krusial yang menjadi sorotan utama dalam rakor kali ini adalah evaluasi serapan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026. Berdasarkan data hasil evaluasi terbaru, terungkap bahwa realisasi penyerapan anggaran di beberapa desa masih belum optimal. Menanggapi hal tersebut, forum sepakat untuk segera melakukan langkah taktis percepatan pelaksanaan kegiatan di lapangan agar seluruh program berjalan sesuai dengan linimasa yang telah direncanakan.

Strategi RKTL dan Penurunan Stunting

​Guna mengurai sumbatan realisasi anggaran yang masih rendah, forum menyepakati penyusunan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL). Beberapa poin penting dalam RKTL tersebut meliputi:

  • Percepatan Kegiatan: Mendorong eksekusi program fisik maupun non-fisik yang sempat tertunda.
  • Sinergi Intensif: Meningkatkan koordinasi dan komunikasi dua arah antara pemerintah kalurahan dengan pendamping desa.
  • Monev Berkala: Melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin guna mendeteksi kendala sejak dini.
  • Optimalisasi Administrasi: Memperketat pendampingan tata kelola administrasi dan pelaporan keuangan agar target anggaran tercapai secara efektif, tepat waktu, dan akuntabel.
  • ​"Akselerasi ini bukan sekadar mengejar angka serapan, melainkan memastikan bahwa manfaat Dana Desa benar-benar dirasakan oleh masyarakat Gedangsari secara tepat waktu," ujar salah satu peserta rapat.

    ​Tak hanya soal anggaran, rakor juga membahas progres pemutakhiran Indeks Desa (ID) serta pelaksanaan rembuk stunting. Agenda rembuk stunting ini dinilai sangat vital sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mempercepat penurunan angka stunting di wilayah Gedangsari. Selain itu, pendataan pengembangan sosial budaya juga turut dibahas sebagai fondasi utama dalam penguatan pembangunan yang berbasis pada potensi dan karakteristik lokal masing-masing desa.

    Pembaruan Laporan PPM dan Kapasitas TPP

    ​Menjelang akhir pertemuan, agenda dilanjutkan dengan pembaruan (update) laporan mingguan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Melalui laporan ini, perkembangan dinamika di tingkat basis dapat terpantau secara real-time.

    ​Menutup rangkaian koordinasi, forum memaparkan laporan penguatan kapasitas Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Gedangsari. Penguatan kapasitas TPP ini diharapkan mampu melahirkan pendamping-pendamping desa yang lebih adaptif, solutif, dan siap mengawal kalurahan di Gedangsari menuju kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang merata.

    ​Apakah struktur dan gaya penulisan berita di atas sudah sesuai dengan kebutuhan publikasi Anda, atau ada bagian data spesifik yang ingin ditambahkan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar